oleh

DEWAN Konut Minta : Segera Audit Program Bantuan Pembangunan Rumah PUPR 

Foto : Ir.Safrin Ketua Badan Legislasi DPRD Konawe Utara, Ketua DPC Golkar Konut.

Konut-sulawesiekspress.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Utara (Konut) Provinsi Sukawesi Tenggara (Sultra), Safrin kembali menyoroti Pemerintah Daerah (Pemda) Konut terkait pembangunan perumahan rakyat melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Rabu (27/9/17) saat di wawancara di Bandara Haluoleo Kendari, sesaat pemberangkatan rombongannya ke Jakarta.

“Idealnya itu dulu APBN, bantuan perumahan APBN, harusnyakan masyarakat di suruh buka rekening dan aturannya disana sudah ada,”kata Safrin. Lanjut dia, Kalau rehab ringan 7,5 juta, rehab sedang 15 juta, rehab berat 30 juta, jelasnya.

Kembali dia menegaskan bahwa harusnya masyarakat itu diauruh buka rekening dan uang di transfer kesana, penggunaan dana itu baru mereka taktisi mereka atur, jangan kalau model sekarang kan dikirimkan barang akhirnya disitulah permainannya, tegas Safrin.

“Jujur saja bahwa, dari rehab sedang saja yang dananya 15 juta saya hampir berani mengatakan itu tidak lebih dari 9 juta dari bentuk barang,

Barang yang mereka turunkan itu kualitasnya itu tidak standar dan banyak mereka melakukan perubahan, misalnya mereka meminta batu merah malah diturunkan batako yang kualitasnya tidak baik,” ungkap Safrin.

Menurutnya, didalam proyek ini ada indikasi Mark Up dan dia meminta untuk dilakukan audit.”Jelas Mark Up dan saya minta untuk di audit, dan saya sudah tanyakan kepada koordinator kepala bidang perumahan di Konut Pak Tajuddin, mereka hanya dilibatkan pada saat pengambilan data tetapi pada saat diaction dilakukan pendistribusian barang mereka tidak dilibatkan lagi dan fatalnya banyak yang diturunkan malam dan tidak ada penerima barang, dan saya harap untuk di audit,harapnya.

Lanjut dia, “karena pemerintah pusat dalam hal ini presiden kita Jokowi peduli terhadap masyarakat ini cukup tinggi, tetapi janganlah teman-teman baik di Provinsi dan di Kabupaten menyalahgunakan kesempatan ini, harapan kami agar bantuan itu betul-betul menyentuh kepada masyarakat dan mereka rasakan,kan kasian masyarakat kita masih banyak yang rumahnya masih beratap rumbia masih berdinding gabah-gabah, seharusnya bantuan ini betul-betul semua ini di turunkan, kalau memang 15 juta kan lebih bagus, yaa sesuai prosedur ditransfer ke rekening,ungkapnya.

Sesuai konsultasi DPRD Konut di Kementerian PUPR di Jakarta rehab rumah melalui PUPR itu ada tiga jenis yakni, rehab ringan, rehab sedang dan rehab berat dengan kompensasinya diberikan dalam bentuk dana segar, ringan 7 juta setengah,sedang 15 juta dan berat 30 juta melalui dinas PUPR,beber Safrin.

“Saya sudah tegur dan meminta agar PPK dari Provinsi untuk segera turun melakukan mengontrol pemantauan dilapangan karena kami dari DPR melihat ada keganjalan dalam pemberian dan penyaluran bantuan ini” pungkas Ir.Safrin bidang komisi PUPR juga ketua badan Legislasi DPRD Konut yang juga merupakan ketua partai Golkar Konut.

Lipsus (Andi Jumawi)

 

 

BACA BERITA LAINNYA :