oleh

UNTUK MEMBUNGKAM AWAK MEDIA, INI CARA DILAKUKAN PENGUSAHA TAMBANG DI SULTRA

INDEKS_KENDARI, Demi untuk melancarkan segala kegiatannya, salah satu perusahaan tambang Nickel di Sulawesi Tenggara (Sultra) berusaha membungkam awak media.Hal ini terungkap dengan diamnya sejumlah awak media dalam pemuatan sebuah kasus tambang di daerah ini.

Usut demi usut, ternyata cara yang mereka lakukan adalah memberikan sejumlah uang (Rp.1 Juta) untuk pemberitaan yang mencitrakan perusahaan itu dan menjanjikan setiap bulan fee atau upah sebesar Rp.1,5 juta untuk satu awak media. Puluhan awak media pun terjerembab dalam hal ini. Independensi tak lagi berkibar di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara.

Untuk saat ini Publik sudah tahu semua, ada sebuah perusahaan tambang tengah bermasalah terkait Ilegal Mining dan saat ini di tangani Bareskrim Mabes Polri. Tentunya harapan masyarakat hal ini cepat terang dalam artian kepastian hukumnya jelas. Sejumlah Aktivispun menanti Profesionalisme penyidik Polri dalam hal ini,jangan ada main mata apalagi masuk angin.

Namun perlu diketahui, dari puluhan awak media yang berhasil dibungkam ini, masih terdapat ratusan awak media yang siap memberitakan secara Independen kasus tambang di Sultra ini.

Jangan mengatasnamakan Rakyat untuk memuluskan usaha yang Ilegal seperti Ilegal Mining di Sultra ini. Ingat kerusakan alam di Sultra bukan karena curah hujan yang tinggi saja tetapi akibat kerusakan alam dan ekosistemnya akibat Ilegal Mining.

Salah satu Contohnya akibat pertambangan di Konawe Utara, menyebabkan banjir yang hebat sekitar dua tahun yang lalu (Juni) 2018.Hal ini tentunya menjadi perhatian dan kekuatiran kita semua dalam mengantisipasi lingkungan sekitar kita, jangan karena mencari investasi dan keuntungan namun kerusakan justru yang kita timbulkan.

Kawasan Hutan Lindung, Hutan Konservasi tak lagi menjadi penghalang aksi para penambang Ilegal Mining di Sultra. Sandungan UU Minerba, IUP,SKV,SIB dan lainnya tak menjadikan mereka harus berhenti melakukan usahanya namun semua terus berjalan bagaikan air mengalir, sedikit sekali sumbatan di jalan semua bisa diterjang dengan arusnya yang kencang berupa uang pelicin.

Bukan hanya satu pengusaha, namun sejumlah pengusaha yang bermasalah di Sultra ini harus di usut tuntas, jangan tebang pilih apalagi tutup mata karena Negeri Kita Indonesia berdasarkan Hukum bukan berdasarkan Uang atau Pangkat dan jabatan serta kedudukan sosial, tetapi Hukum memandang sisi hukum itu sendiri. Hukum adalah Panglima tertinggi di Negeri ini, jangan diputar balikkan Uang adalah segala-galanya karena ini akan merusak Tatanan Penegakan Hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penulis : ANDI JUMAWI
Pimpinan Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :