oleh

Sarana Pendidikan SDN 4 Lalembuu Minim, Diharapkan Perhatian Pemerintah

SULAWESI EKSPRESS | KONSEL _ Dunia Pendidikan di Negeri ini masih sangat minim terkait sarana dan prasarana, sehingga perhatian pemerintah sangat diharapkan seperti yang dihadapi oleh SDN 4 Lalembuu Desa Kapuwila, Kecamatan Lalembuu Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tarikin,S.Pd Kepala SDN 4 Lalembuu Konawe Selatan.(Ist)

Hal ini dibuktikan setelah awak media sulawesiekspress.com melakukan pemantauan kegiatan ulangan semester II (Genap) TA.2022, pada Kamis 9Juni 2022.

Kepala SDN 4 Lalembuu yang ditemui disela kegiatan ULulangan tersebut mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi Republik Indonesia terhadap sejumlah kendala fasilitas dan sarana prasarana di sekolah ini

“Kami masih banyak kekurangan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga tentunya hal ini diharapkan mendapatkan perhatian dari Kementerian terhadap sekolah ini,”kata Tarikin.

Dikatakannya bahwa menghadapi kegiatan Asesmen Nasional tahun 2023, ada 18 peserta didik dari persentase 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa yang ada akan ikut Asesmen Nasional. Namun kita membutuhkan tambahan 5 unit laptop sebagai sarana pendukung kegiatan Asesmen karena yang tersedia hanya 6 unit laptop kalau fasilitas jaringan cukup baik sebab kita menggunakan alat bantu ORBIT semacam WIFI berguna untuk menarik serta menyebarkan signal.

Masih kata Tarikin, bangunan sekolah ini juga sudah banyak yang sudah mengkuatirkan karena bangunannya sudah tua dan lapuk bahkan bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1980an, sangat dikuatirkan bangunannya akan berbahaya jika tak segera dibangun yang baru,ujarnya.

Sehingga, imbuhnya, Kami sangat berharap adanya perhatian dari Pemerintah terkait sarana dan prasarana di sekolah ini demi untuk kelangsungan pendidikan anak kita kedepan,ungkapnya.

Untuk diketahui, fasilitas sarana prasarana SDN 4 Lalembuu saat ini terdapat bangunan Unit 1, yang dibangun kisaran tahun 1980 an dengan 3 tiga ruang kelas belajar (RKB) lengkap 1 ruangan kantor sudah tampak adanya kerusakan berat,  hampir seratus persen atap bangunan berkarat dan rapuh dan konstruksi tembok bangunan banyak yang keropos serta kusen jendela pada lapuk.

Bangunan gedung Unit 2, yang di bangun kisaran tahun 1990 an, terdiri dari 3 ruang kelas belajar (RKB) lengkap 1 ruangan kamar mandi ditambah 1 ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) hal ini dibuktikan dari pantauan awak media www.sulawesiekspress.com.

Laporan : Adriana
Editor/Redaksi/Publizher : Andi Jumawi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA BERITA LAINNYA :