Rapat Teknis Pengawas dan Dewan Pendidikan Diknas Konut

Daerah, Pendidikan823 Dilihat
0 0
Read Time:4 Minute, 10 Second

KONUT,SULTRA-www.sulawesiekspress.com

Rapat teknis terkait hasil temuan dari Pengawas dan Dewan Pendidikan kabupaten Konawe Utara (Konut) provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di aula Pengawas Diknas Konut di pimpin oleh Safruddin mewakili Kepala Dinas, Selasa (21/11/17).

Dalam Rapat teknis Dewan Pendidikan dan Pengawas Pendidikan Diknas Konut ini di hadiri delapan dewan pendidikan dan lima pengawas karena yang lain sedang melaksanakan tugas di lapangan.

Dewan Pendidik dan Pengawas di Konut ini saya rasa sudah senior semua dan tentunya lebih tahu bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di Konut ini,kata Kasi Pendidikan Safruddin mewakili Kadis Diknas Konut.

Ketua Dewan Pendidikan Konut,Muh.Zain saat memberikan sambutan mengatakan, meskipun pertemuan pada hari ini begitu mendadak namun dapat kita laksanakan dengan baik,kata Muh.Zain.Lanjut dia, dan kemarin saya sudah bicara dengan Korwas, terkait temuan di daerah ini, tanggal 4 kemarin kami laksanakan pemantauan di kecamatan Langgikima, Oheo dan Wiwirano, kami anggap cukup baik meskipun menurun mutunya karena kekurangan tenaga pendidik,ungkap Muh.Zain

Lebih jauh ia jelaskan, tanggal 16 saya kembali turun,adanya terkait adanya laporan bahwa di depan Gerbang (Batas) Konawe dan Konawe Utara ada SD dan SMP yang guru serta kepala sekolahnya malas berkantor dan mengajar sehingga sebelum jam setengah delapan kami sudah tiba di sana untuk memantau, namun sampai jam 11 siang lewat guru dan kepala sekolah tersebut belum ada di tempat dan ternyata gurunya ada di Kendari,beber ketua Dewan Pendidikan Konut. Sesuai informasi dari Siswa ternyata hal ini sering terjadi tidak ada guru,ini di SMP sementara di SD gurunya hanya dua dan gurunya dari Unaaha dan Pohara dan mereka sudah mengurus pindah, kata ketua Dewan Pendidikan Konut.

Menurutnya, jika hal ini terus berlanjut maka mutu Pendidikan di daerah ini akan semakin terpuruk.Sehingga kita semua sebagai Pengawas dan Dewan Pendidikan harus melakukan upaya untuk perbaiki hal ini.Dan kita harus kita sampaikan kepada Pemerintah Daerah untuk mencari jalan keluarnya.

Lanjut dia, kita perlu ketahui bahwa saat ini tak ada lagi alasan, jika seorang guru tak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dengan alasan apapun karena tingkat kesejahteraan guru sudah cukup memadai sehingga kinerja mereka harus di perbaiki,tegasnya.

Iapun mengisahkan bahwa pada era tahun 1970an Konut itu mutu pendidikan terbaik dan adanya di kecamatan Asera termasuk terbaik untuk tingkat kabupaten dan tingkat Asia Tenggara terbaik adalah Indonesia dan tingkat Asean adalah Korea,kisah Muh.Zain.

Sementara menurut Basrin sekretaris Dewan Pendidikan Konut, alasan sejumlah daerah keluhkan mutu pendidikan dan guru karena 14 Kecamatan di daerah ini 12 Kecamatan Camatnya adalah Guru, sehingga guru kita kekurangan,ungkapnya.

Sementara M.Junus anggota Dewan Pendidikan Konut dalam kesempatan itu juga menyampaikan, selain itu ada sejumlah sekolah di Konut ini hanya kepala sekolahnya yang PNS dan yang lainnya adalah GTT, sehingga hal ini perlu kita perhatikan dan kita upayakan bagaimana mengatasinya,ucap sekretaris Dewan Pendidikan Konut.

Hal ini semua perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah dan sejumlah daerah di Sultra ini sudah diatur dalam Perda seperti Wakatobi sudah ada Perdanya tentang Pengawas Pendidikan, karena mutu pendidikan itu akan maju jika guru dan kepala sekolahnya bermutu pula, ucap M.Junus,B.BA.

Di tempat yang sama Ahmad Syukur salah satu anggota Dewan Pendidikan Konut menyampaikan hasil temuannya bahwa pada tanggal 15 di SDN 2 Motui, ada kejanggalan dan pelanggaran seorang guru sejak Kepala Sekolahnya Pak Hasan guru tersebut tidak pernah mengajar, begitu juga di Molore Siti Halimah jumlah kehadirannya kurang dan hal ini sudah saya laporkan kepada Plh Kadis waktu itu namun sampai saat ini belum jelas statusnya apa sudah pindah atau tidak karena nota tugasnya belum ada kami lihat,ungkap Ahmad Syukur.

Sementara Ketua Koordinator Pengawas (Korwas) Diknas Konut, Sardin menyampaikan bahwa, sejak dipimpin Bapak Bupati Konut, H.Ruksamin dan mengangkat Dewan Pendidikan maka kita harus buktikan kinerja kita karena baru saat ini ada pengangkatan, sebelumnya tidak ada begitupun dengan penililik dan pengawas,jelas Sardin.

Lanjut dia, hari ini kita harus berpikir bagaimana kita mengembalikan marwah pendidikan di Konut ini kembali, karena sejumlah kelemahan dan permasalahan di lapangan kita sudah kantongi, hal ini terjadi sejak adanya otonomi daerah kualitas dan kinerja guru semakin menurun.Apa hasil dari rapat ini akan kita simpulkan dan kita laporkan kepada Bapak Bupati untuk di tindak lanjuti,ucap Sardin,S.Si.,M.Si.

Sebelum menutup rapat koordinasi Dewan Pendidikan dan Pengawas Pendidikan Konut, Sardin menyampaikan dan menegaskan bahwa saat ini  ketika guru mau menerima Sertifikasi maka harus ada tanda tangan dari pengawas dan jika tidak ada maka sertifikasinya harus di pending atau di tahan dan hal ini sudah pernah terjadi tahun ini ada yang di tahan dana setifikasinya karena adanya sejumlah pelanggaran yang didapati dilapangan, dan kita tak mau adanya pelanggaran-pelanggaran itu kembali terjadi,tegasnya.

Sebelum rapat teknis di tutup Safruddin Kasi Pendidikan Konut mewakili Kadis Diknas Konut, menyimpulkan bahwa adanya sejumlah guru yang malas berkantor, untuk tahun 2018 akan di lakukan tes calon Kepala Sekolah, akan di bentuk Satgas Gabungan Dewan Pendidikan dan Pengawas Pendidikan berbentuk kolegia dan keputusannya akan diambil secara bersama-sama dan hal ini akan di sampaikan kepada Kepala Dinas,ucapnya.

Lipsus Redaks

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %