Lelaki Tiga Anak Gantung Diri Ternyata Tinggalkan Sepucuk Surat 

Ragam851 Dilihat
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Foto : Surat yang diduga tulisan Agus Rianto alias Gora (Korban) gantung diri.

Konsel,Sultra-www.sulawesiekspress.com

Lelaki tangguh,Agus Rianto alias Gora (27) warga desa Aoma kecamatan Wolasi,kabupaten Konawe Selatan (Konsel),provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) harus meregang nyawa setelah ia gantung diri di sebuah pohon jambu milik orang tuanya, pada hari Rabu 22 November 2017 kemarin sekitar pukul 17.30 wita.

Diduga karena tidak sanggup lagi menahan sakit hati dan menghadapi kehidupan yang menurutnya sangat berat dan sulit, Agus Rianto memilih akhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Menurut Anton seorang warga dan juga Purnawirawan TNI yang menemukan mayat Agus Rianto mengatakan, bahwa sebelum terjadinya gantung diri, Agus sempat terdengar bertengkar dengan isterinya.

“Setelah itu, Agus (korban) kembali dituduh oleh ibunya mencuri sebuah handphone,”kata Anton,Kamis (23/11/17).

Menurutnya, setelah suasana pertengkaran kembali reda, Agus meminta istrinya mengambilkan tali nilon dengan alasan untuk membuat ayunan di kebun,ucap Anton.

Mayat Agus ini ditemukan oleh Anton, (54), salah seorang warga Desa Leleka, Kecamatan Wolasi, Kabupatan Konawe Selatan, dalam kondisi tergantung ‘tak bernyawa’ di atas pohon dengan tali nilon yang melilit lehernya, sekitar pukul 17:30 Wita, Rabu 22 November 2017.

Tak lama setelah kejadian gantung diri ini, pihak keluarga korban menemukan secarik kertas berisi tulisan yang diduga ditulis oleh Agus (Korban).

Isi surat tersebut setelah di baca dan ditranslate dari bahasa Tolaki ke Bahasa Indonesia sedikit banyaknya begini artinya, “Ibu saya mohon maaf yang sebesar besarnya, karena berbuat salah dan sering menyakiti perasaannya kita. Saya menuliskan surat ini karena saya tidak sanggup lagi dengan kehidupan ini. lebih baik saya ambil keputusan seperti ini dari pada saya harus memendam sakit hati. Permintaan saya hanya satu,  tolong jaga anak anakku mungkin lebih baik saya begini. Saya mohon maaf yang sebesar besarnya dari ujung kaki sampai ujung rambutnya kita,”

Terkait kejadian ini Kapolsek Wolasi,jajaran Polres Konsel, Polda Sultra, IPDA Julak Silohor, mengatakan bahwa kejadian ini betul adanya namun untuk dugaan sementara diduga karena korban mengalami depresi berat.

Untuk itu pihaknya akan tetap melakukan pendalaman lebih lanjut kasus ini.”Kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut sambil mengumpulkan data dari beberapa saksi, termasuk salah satunya keterangan dari istri korban,” tutup Julak Silohor.

Redaksi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %