Sebannyak 50 persen JCH Sumenep masuk kategori Jamaah bersiko tinggi

0 0
Read Time:1 Minute, 17 Second

Foto :  Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Sumenep, Rifa’i Hasyim.(Doc.Moh.Ziad).

Sumenep, Madura – Jawa Timur
10 Juli 2018
Laporan : Moh.Ziad
www.sulawesiekspress.com

Sebanyak 50 Persen Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masuk dalam catatan khusus pada 2018. Mereka dikategorikan Jamaah beresiko tinggi, baik karena lanjut usia atau riwayat penyakit lainnya.

Sebagaimana di jelaskan oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Rifa’i Hasyim, Jamaah yang beresiko tinggi, terutama karena faktor usia, hampir 50 persen, selain faktor usia ada juga jamaah yang masuk kategori beresiko tinggi karena memiliki riwayat penyakit.

“Sebanyak 50 persen jamaah masuk kategori jamaah beresiko tinggi dan rata-rata jamaah terkena penyakit darah tinggi dan kencing manis,” ungkapnya, Senin (10/07/18).

Rifa’i mengaku sudah sejak awal pihaknya meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat agar tidak sampai ada jamaah yang berangkat ke Tanah Suci tanpa divaksin miningitis.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu, pada saat ada manasik massal dari Dinas Kesehatan sudah kami datangkan, dan jamaah yang belum mendapat vaksin miningintis sudah divaksi waktu itu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah JCH asal kabupaten paling timur Pulau Madura yang akan berangkat tahun ini ialah 666 orang. Mereka tergabung dalam dua kloter, yakni 10 dan 11. Kloter 10 sebanyak 221 orang, sedangkan kloter 11 berjumlah 445 orang.

Di samping itu, selain JCH reguler, dalam perkembangannya ada sebanyak 16 orang cadangan yang dipanggil berangkat tahun ini. Namun dalam pemberangkatannya, mereka bergabung dengan kloter lain yang ditangani langsung Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Editor/Publizher/Redaksi
Andi Jumawi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %