Ini Pesan Kasad Saat Alih Kodal satuan-satuan Kodam XIV/HSN dan Kodam XVII Cenderawasih ke Kostrad

0 0
Read Time:6 Minute, 41 Second

Foto : Kepala Staf TNI – AD Jenderal TNI Mulyono, saat memberikan Sambutan pada saat Alih Kodal.

Kariango,Mandai Maros (Sulsel)
Kamis 12 Juli 2018
www.sulawesiekspress.com

SULAWESI EKSPRESS-
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat kembali melakukan restrukturisasi satuan dengan melakukan Pengalihan Komando dan Pengendalian di Jajaran Divisi 3 Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) dari Kodam XVII Cenderawasih dan Kodam XIV Hasanuddin,di Mako Brigif Para Raider 3/KOSTRAD,Kamis (12/7/18).

Kegiatan ini di tandai dengan penyerahan Bendera (Tunggul) satuan-satuan yang dialih Kodalkan ke Divisi 3 Kostrad sebagai tanda dilakukan penanda tanganan oleh kedua Panglima Kodam Kodam XVII Cenderawasih dan Kodam XIV Hasanuddin dan Kepala Staf TNI – AD Jenderal TNI Mulyono.Selesai penyerahan Tunggul di lanjutkan dengan pemeriksaan Pasukan dan sambutan Kasad.

Kepala Staf TNI-AD Jenderal TNI Mulyono saat memberikan sambutannya pada Upacara Pengalihan Komando dan Pengendalian Brigif 20/IJK DAM XVII/CENDERAWASIH, Yon Armed 6/105/TRK/TMR dan Yon Arhanud 16/SBC DAM XIV/HASANUDDIN ke KOSTRAD, Kamis (12/7/18) mengatakan,Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas limpahan rahmat dan karunianya pada hari ini kita dapat mengikuti Upacara Alih Kodal Satuan-Satuan dari jajaran Divisi 1 Kostrad, Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam XIV/Hasanuddin menjadi bagin dari atau dibawa kendali Divisi 3 Kostrad.

Penyerahan Tunggul masing-masing satuan yang di alih Kodalkan ke Divisi Infanteri 3 Kostrad.(Doc.Red*)

Alih Kodal ini merupakan bagian dari upaya penanganan organisasi TNI-AD dalam rangka pembangunan kekuatan minimun atau Minimun Esensial Force yang dilaksanakan atas dasar konsep pertahanan berbasis kemampuan sesuai dengan dokumen postur TNI  Angkatan Darat 2010-2029.

Restrukturisasi TNI-AD sebagai
Kelanjutan dari penataan internal organisasi yang berpedoman pada kekuatan pokok minimun atau minimun esensial force merupakan hal mutlak untuk mewujudkan kemantapan dan kesiapsiagaan operasional menuju postur TNI – AD yang direncanakan.Penataan ini nantinya di harapkan mampu menghasilkan satuan-satuan yang lebih efektif dan efesien dalam mendukung setiap pelaksanaan tugas TNI-AD.

Penanda tanganan Alih Kodal satuan-satuan dari Kodam XVII Cenderawasih dan satuan-satuan dari Kodam XIV Hasanuddin ke Divisi Infanteri 3 Kostrad oleh Pangdam XVII Cenderawasih Mayor Jnederal TNI GE.Supit dan Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Agus Suryabakti di hadapan Kepala Staf TNI-AD Jenderal TNI Mulyono Kamis (12/7/18).(Doc.Red*)

Perkembangan lingkungan strategis saat ini baik dalam skala Global, regional maupun nasional senantiasa mengimplikasikan kemungkinan timbulnya spectrum ancaman baik yang telah terantisipasi maupun ancaman bentuk baru  terhadap kedaulatan dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Potensi ancaman yang terjadi di suatu wilayah dapat dipolitisasi menjadi ancaman berskala nasional yang membahayakan kedaulatan negara dis integrasi bangsa masih menjadi tujuan dan sasaran upaya pihak-pihak yang berseberangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena itu setiap komando utama operasional TNI baik kekuatan terpusat maupun kewilayahan harus mampu mengambil langkah-langkah antisipatif dan preventif untuk menghadapi berbagai potensi ancaman tersebut.

Penanda Tanganan Alih Kodal Satuan-Satuan Kodam XVII Cenderawasih dan Satuan-Satuan Kodam XIV Hasanuddin ke Divisi Infanteri 3 Kostrad oleh Kepala Staf TNI – AD Mulyono.(Doc.Red*)

TNI Angkatan Darat telah merencanakan dan memperjuangkan penambahan satu divisi Infanteri dalam jajaran Kostrad sejak lama bahkan sudah tercantum dalam dokumen postur TNI Angkatan Darat tahun 2005-2024.

Dalam dokumen tersebut pembentukan divisi 3 Kostrad direncanakan pada Renstra tahun 2010-2014, penambahan kekuatan Kostrad diperlukan agar Kostrad sebagai kekuatan terpusat memiliki tiga divisi Infanteri yang dapat diproyeksikan untuk mengatasi tiga trouble spot di seluruh wilayah NKRI secara simultan dalam kapasitasnya sebagai unsur darat pasukan pemukul reaksi cepat dan sekaligus sebagai Pasukan siaga.

Pemeriksaan Pasukan Divisi Infanteri 3 Oleh Kepala Staf TNI-AD Jenderal TNI Mulyono saat alih Kodal.(Doc.Red*)

Pembentukan divisi 3 Kostrad dengan satuan jajarannya didasarkan pada perkasad nomor 16 tahun 2018 tentang penataan satuan dan pembentukan satuan baru jajaran TNI Angkatan Darat. Pada tahap awal pembentukan divisi 3 Kostrad dilakukan dengan melaksanakan alih kodal atas beberapa satuan jajaran divisi Infanteri 1 Kostrad Kodam XIV Hasanuddin dan Kodam XVII Cenderawasih.

Hal ini dilakukan dalam rangka mencapai efisiensi proses pembentukan satuan dan agar kesiagaan operasional dapat tercapai dalam waktu yang relatif singkat. Kegiatan penataan satuan tersebut meliputi alih Kodal Brigif Para Raider 3 Tribudi Sakti dari divisi 1 Kostrad ke divisi 3 Kostrad beserta 3 Yonif jajarannya yakni Yonif para Raider 431 Satria Setia Perkasa, Yonif Para Raider 432 Waspada Setia Jaya dan Yonif Para Raider 433 Julu Siri.

Foto bersama Kasad, Pangdam XIV Hasanuddin, Pangdam XVII Cenderawasih dan Yang mewakili Pangkostrad.(Doc.Andi Jumawi)

Selanjutnya Alih Kodal Brigif 20 Ima Jaya Kiramo dari Kodam XVII Cenderawasih ke divisi 3 Kostrad beserta dua Yonif jajarannya meliputi Yonif 754 Eme Neme Kangasi dan Yonif 755 Yalet, kemudian alih Kodal Yon Armed 6-105/Tarik/ Tamarunang dan Yon Arhanud16/Sula Buana Chakti dari Kodam XIV/Hasanuddin ke Divisi 3 Kostrad.

Pada tahap lanjutan upaya  melengkapi satuan jajaran divisi 3 Kostrad dilaksanakan dengan membentuk satuan-satuan baru yang akan menjadi Prioritas pembangunan kekuatan pada dokumen rencana strategis TNI Angkatan Darat tahun 2020-2024.

Tampilan sebagian Pasukan Divisi Infanteri 3 Kostrad saat Upacara Alih Kodal satuan-satuan Kodam XVII Cenderawasih dan satuan-satuan Kodam XIV Hasanuddin ke Divisi Infanteri 3 Kostrad saat Upacara Alih Kodal.(Doc.Red*Andi Jumawi)

Rangkaian penataan satuan dan pembentukan satuan baru khususnya yang terkait dengan pembentukan divisi 3 Kostrad akan terus dilanjutkan dengan melengkapi satuan-satuan tempur dan satuan bantuan tempur serta satuan administrasi hingga terpenuhinya organisasi divisi 3 Kostrad.

Demikian pula halnya dengan Kodam XIV/Hasanuddin dan Kodam XVII Cenderawasih, Alih Kodal beberapa satuan jajarannya ke divisi 3 Kostrad akan diikuti dengan pembentukan beberapa satuan baru untuk menggantikan satuan yang telah di alih kodalkan tersebut sehingga postur serta kesiapan operasional Kodam XIV Hasanuddin dan Kodam XVII Cenderawasih dapat tetap terjaga.

Selanjutnya kepada para Unsur pimpinan yang terkait dengan pelaksanaan Alih Kodal ini bersama stafnya agar segera melaksanakan penyesuaian program kerja dan anggarannya dengan mengacu pada program kerja dan anggaran untuk satuan terkait dari Kodam XVII Cenderawasih dan Kodam XIV Hasanuddin.

Hal ini dibutuhkan agar keseluruhan pelaksanaan alih kodal satuan-satuan tersebut ke jajaran Kostrad dapat berlangsung secara efektif dan efisien sehingga tercipta tertib administrasi.

Inventarisir program latihan yang sedang dan yang akan berjalan oleh satuan jajaran yang di alih kodalkan dalam rangka mewujudkan prajurit TNI Angkatan Darat yang profesional serta membina kesiapan operasional segenap jajaran Komandonya.

Saya menyadari adanya keberagaman latar belakang asal satuan dari unsur-unsur yang saat ini dialih Kodalkan ke divisi 3 Kostrad. Namun demikian sebagai tentara profesional hal tersebut seharusnya bukanlah menjadi penghalang dalam mewujudkan kohesi satuan serta kesatuan Komando di dalam jajaran divisi 3 Kostrad ini.

Saya minta kepada seluruh prajurit di depan saya agar mulai detik ini segera bentuk dan Tanamkan jiwa korsa identitas kolektif dan kebanggaan dalam diri kalian sebagai warga jajaran divisi 3 Kostrad. Saya yakin sebagai prajurit TNI Angkatan Darat loyalitas kepada satuan dan institusi di atas segala-galanya dan kalian pasti mampu melaksanakan tugas sebagai prajurit prajurit Kostrad dengan sebaik-baiknya.

Selanjutnya satuan-satuan yang melaksanakan alih Kodal  tentunya telah dilengkapi Alutsista yang modern dalam mendukung pencapaian tugas pokok masing-masing untuk menjamin agar alutsista tersebut dapat digunakan dengan optimal sesuai tugas pokoknya.

Setiap unsur komandan mulai dari tingkat yang terendah sampai dengan tertinggi di satuan tersebut harus ikut bertanggung jawab memelihara alutsista di maksud  guna mendukung dan memperkuat satuan jajaran Divisi 3 Kostrad.

Kegiatan Alih Kodal ini di hadiri oleh KASAD TNI – AD Jenderal TNI Mulyono Pangdam XVII Cenderawasih, Pangdam XIV Hasanuddin, Pati Jajaran Kostrad,Pati TNI-AD, Kapolda Sulsel,Perwira TNI-AL, TNI,AU, Polri,Forkopimda Sulsel dan Para Dansat Jajaran Divisi Infanteri 3 Kostrad,Para Perwira dan Bintara serta Tamtama, Persit Kartika Chandra Kirana, PNS jajaran Kodam XVII Cenderawasih, Kodam XIV Hasanuddin,Divisi Infanteri 3 Kostrad, Tamu dan Undangan.

Editor/Publizher/Redaksi
Andi Jumawi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %