Cegah Banjir, Pemerintah dan Masyarakat Harus Berkolaborasi

0 0
Read Time:2 Minute, 29 Second

Kendari–Sulawesi Ekspress–Untuk mencegah banjir di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) semua pihak harus terlibat langsung baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Rajab Jinik. Dikatakannya, musim hujan seperti saat ini maka pemerintah di tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Wilayah (RW) harus menjadi garda terdepan membantu penanggulangan banjir.

Akan tetapi kesadaran masyarakat setempat untuk turut serta dalam penanggulangan banjir tersebut. “Penyelenggara pemerintah tingkat tingkat bawah dan masyarakat harus berkolaborasi untuk mencegah banjir di Kota Kendari,” bebernya. Rabu, (06/01/21).

Ketgam: Foto Ketua DPRD Kota, Subhan (Kanan) Bersama Ketua Komisi III DPRD Kota, Rajab Jinik. (Doc.Kadir)

Tak hanya itu, Politisi Golkar ini menjelaskan, permasalahan lain pada musim penghujan juga adanya pohon tumbang yang dapat membahayakan masyarakat dan pengguna jalan.

Belum lagi, banyaknya drainase yang tersumbat dan mengakibatkan munculnya genangan air di jalan raya. “Kendari ini kalau hujan sebentar saja air itu sudah penuhi jalan raya. Pemerintah sudah siapkan infrastruktur tapi harus dijaga termasuk drainase yang ada harus dirawat. Ini butuhkan keterlibatan semua pihak termasuk pemerintah Kelurahan dan RT dan RW,” paparnya.

Katanya, keaktifan RT dan RW serta Kelurahan sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi apa yang terjadi di lingkungannya agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dapat mengambil langkah cepat nantinya. “Supaya apa yang dibutuhkan infrastrukturnya dari DLHK dapat tersalurkan cepat untuk penanganan banjir atau pohon tumbang,” urainya.

Namun, Pemerintah Kota tambahnya, harus memberikan penghargaan atas kerja-kerja yang dilakukan di tingkat pemerintahan bawah. “Harus ada reward, karena ini juga untuk merebut lagi Adipura di tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan. Ia menerangkan, seringnya banjir di Kendari merupakan Warning terhadap pemerintah dan masyarakat agar selalu menjaga infrastruktur yang ada guna pengendalian banjir.

Olehnya itu kata dia, dengan dilantiknya RT dan RW yang baru dapat menjadi spirit baru bagi pemerintahan di tingkat bawah. “RTda RW ini kan menjadi garda terdepan karena mereka lebih mengetahui lingkungannya masing-masing. Makanya peran mereka sangat dibutuhkan, supaya tidak menjadi kejadian yang berulang setiap waktunya,” jelasnya.

Adanya peran RT dan RW nantinya dapat menjadi evaluasi pemerintah guna menyusun ulang kebijakan yang tepat dan berkelanjutan. “Memang betul banyak pohon di pinggir jalan itu sudah berumut tua dan dapat membahayakan warga. Itu butuh informasi agar diselesaikan cepat oleh pemerintah,” beber politisi PKS itu.

Hal itu pun menjadi kekhawatiran para pengguna jalan seperti yang dirasakan oleh Salfia warga Kelurahan Kadia, yang merasa khawatir saat berkendara saat terjadi angin kencang. “Kita takut-takut juga kalau lewat di jalan yang banyak pohonnya, jangan sampai rubuh atau ada ranting pohon yang patah, terus kena kita,” paparnya.

Ia pun mengharapkan agara pemerintah kota dapat memangkas pohon-pohon yang dinilai sudah berumur tua agar masyarakat dapat lebih aman saat berkendara di jalan raya. “Kita minta supata pohon-pohon yang sudah tua dan terlalu rindang itu untuk dipangkas sedikit, supaya kita juga aman kalau bawa motor,” tutupnya.

Laporan : Kadir
Redaksi/Publisher : Andi Jumawi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %