“MANDEK” 14 Korban Penipuan DARMAN Oknum Guru di Kolaka Kembali Lapor Polisi 

0 0
Read Time:4 Minute, 10 Second

Kolaka — Sultra
Sulawesi Ekspress
Sabtu 6 Februari 2021

Sejumlah Warga Samaturu menjadi Korban Penipuan dengan modus pengangkatan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun 2019 lalu, mereka tergiur untuk menjadi PNS setelah ada ajakan dari seorang oknum Guru yang mengajar di SMA 1 Negeri Samaturu,Kabupaten Kolaka,Sulawesi Tenggara (Sultra).

Atas kasus ini korban sudah membuat laporan resmi dipolres kolaka dengan bukti laporan

Surat tanda terima laporan polisi Nomor :STTLP/28/1/2021/Sultra/Res Kolaka yang menerima laporan Ady Satria,SH. Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Sementara nama pelapor (Korban) Masdawati  (30) pekerjaan bidang merupakan  warga Konaweha kecamatan Samaturu kabupaten Kolaka provinsi Sulawesi Tenggara.

Korban telah melaporkan tentang pidana nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 372 Subsider 378.KUHP pada tanggal 23/01/2021 di desa Latuo kecamatan Samaturu kabupaten Kolaka pelapor atas nama Masdawati dan terlapor atas nama Darman.S.Pd. sesuai dengan laporan polisi nomor LP/28/1/2021/Sultra/Res Kolaka pada tanggal 23 Januari 2021.

“Sebelumnya korban  Andi Erwan (32) asal Dusun II Polewali Desa Latuo Kecamatan Samaturu kabupaten kolaka korban ini   juga pernah melayangkan surat pengaduan penipuan dan atau penggelepan di Polres Kolaka Polda Sultra dengan kasus yang sama.

Dengan bunyi surat pengaduan di Polres Kolaka bahwa sehubungan dengan pengaduan ini saya melaporkan sekitar tahun  2018 sampai saat ini di kabupaten Kolaka telah terjadi tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan oleh saudara Darman.S.Pd.salah satu oknum Guru  yang  mengajar di SMA Negeri  1 Samaturu.

Keterangan Andi Erwan bahwa kronologis kejadian penipuan ini awalnya pada bulan Desember tahun 2018 saudara Darman.S.Pd. datang kerumah saya dan menawarkan ke saya masuk kedalam program CPNS jalur khusus dengan jaminan akan diterima menjadi seorang PNS,Ucap Andi Erwan.

Lanjut dia, kemudian pada bulan Januari tahun 2019, saudara Darman.S.Pd.meminta sejumlah uang kepada saya sebagai uang kepengurusan sehingga pada  tanggal 24 Januari 2019 saya mentransferkan uang sejumlah Rp. 12.000,000,- (Dua Belas Juta Rupiah ) ke rekening saudara Darman.S.Pd. kemudian pada bulan Februari tahun 2019 meminta kembali sejumlah uang kepada saya sebagai uang pengurusan prajabatan dan saya langsung transferkan ke BRI Link
kerekening saudara Darman.S.Pd sebesar Rp.14.000.000,- (Empat Belas Juta Rupiah),ungkapnya.

“Kemudian saudara Darman datang kerumah saya dan menyampaikan ke saya untuk menuju ke Kendari mengkroscek nama saya yang berada di kantor LPMP dalam proses prajabatan dan pada saat itu saudara Darman meminta lagi uang untuk  pengantaran ketempat tugas,”terang Andi Erwan.

Masih kata Andi Erwan, sehingga pada saat itu saya memberikan lagi uang secara tunai sebesar Rp. 1.000,000.- (satu juta rupiah) uang itu saya serahkan langsung kepada saudara Darman.S.Pd.”Ungkap Korban dalam surat pengaduan yang dilayangkan ke Polres Kolaka.

Namun setelah saat itu saya  mengecek nama saya di kantor LPMP namun nama saya tidak terdaftar CPNS yang terpilih dan hingga saat ini belum menjadi seorang PNS, kemudian saudara Darman belum juga mengembalikan uang saya dan setelah saya mencari tahu ternyata sudah ada 14 orang juga yang tertipu oleh saudara Darman atas kejadian tersebut saya mengalami kerugian sebesar Rp.27.000.000,- (Dua puluh tujuh Juta rupiah),beber Andi Erwan.

Ditempat terpisah terkait kasus tersebut masih banyak korban dari warga Samaturu kabupaten Kolaka yang sempat datang mengadu di Polsek sekitar 14 orang menjadi korban penipuan dengan di iming-iming menjadi seorang PNS dengan kerugian keseluruhan dari sejumlah orang berkisar ratusan juta untuk 14 orang.”ungkap sejumlah korban kepada wartawan pada saat itu di Polsek Samaturu.

Pantauan media ini sempat ada mediasi Polsek Samaturu antara korban dan terlapor untuk dikembalikan dana korban dengan dikuatkan surat perjanjian yang di buat di Polsek Samaturu tetapi sampai hari ini perjanjian tersebut belum juga ditepati oleh terlapor maka sejumlah korban mengambil sikap untuk melaporkan saudara Darman ke Polres Kolaka.

Daftar nama korban  penipuan CPNS.
1-Andi Erwan Alamat Desa Latuo kecamatan samaturu Rp.13.500.000,-
2- Andi Arfan alamat kelurahan Sea, kecamatan samaturu kabupaten kolaka jumlah Rp.11.500.000,-
3- Andi Aswar alamat Desa Latuo Kecamatan samaturu Rp.6.000.000,-
4-Andi Nirmayanti alamat Desa Latuo Kecamatan samaturu jumlah kerugian Rp.13.500.000,-
5- Andi Ernidar alamat Desa Latuo, Kecamatan samaturu jumlah kerugian Rp.13.000.000,-
6- Masdawati alamat Desa Latuo Kecamatan samaturu jumlah Uang Rp.9.000.000,-
7-Andi Erniati alamat Desa Latuo Kecamatan samaturu jumlah kerugian Rp.9.000.000,-
8- Juliana Indah alamat Desa Latuo kecamatan samuturu jumlah uang Rp.9.000,000,-
9- Misnawati alamat Desa Lambo Kecamatan samaturu jumla kerugian  Rp.15.000,000,-
10- Ramlah alamat desa malaha kecamatan samturu jumlah uang Rp.15.000.000,-
11-muhtar alamat desa malaha kecamatan samaturu jumlah kerugian Rp.7.000.000,-
12-Haerul Anwar alamat Desa malaha kecamatan samaturu kabupaten jumlah uang Rp.16.500,000,-
13- Nasrudin alamat Desa Liku kecamatan samaturu kolaka jumlah kerugian Rp.7.000.000,-
14-Hudayana alamat Desa Sani-sani kecamatan samaturu kolaka jumlah uang sebesar Rp.10.000.000,-

Jadi total uang sebesar Rp.154.500,000,-.

Laporan : TIM REDAKSI
Publisher : Andi Jumawi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %