Lutfi Halide MP Wabup Soppeng Membuka Pelatihan Tekhnis Tematika Pupuk Organik

0 0
Read Time:1 Minute, 58 Second

 

Soppeng, SULAWESIEKPRESS.COM – Wakil Bupati Soppeng Ir. H. Lutfi Halide, MP membuka secara resmi acara Pelatihan Teknis Tematik Pupuk Organik Bagi Non Aparatur di Desa Maccile Kec. Lalabata, Kamis (25/03/2021)

Sambutannya Wakil Bupati Soppeng mengatakan, kita tidak mau peningkatan produksi, tapi peningkatan pendapatan petani karena hal ini tertuang pada visi Bupati yaitu kesejahteraan.

“Saya mau ada nilai tambah di padi, dan bebek dimana kita bisa mebuat MOU antara kelompok tani dengan para pemilik warung makan, sehingga nanto kedepannya orang mengatakan jangan mati sebelum makan Nasu Palekko di Soppeng,”ujarnya

“Saya ingin melihat ada contoh yang dapat dilihat untuk masyarakat lainnya. Jangan ragu untuk memulai sesuatu dan saya akan minta kepada kepala desa dan kantor untuk tanam sayur,”tambahnya.

Dirinya berharap, selama 3 hari hadir di tempat ini dan setelah kembali ke tempatnya masing-masing agar membuka pelatihan ke masyarakat lainnya. “Oleh karena itu, saya berharap semuanya memperhatikan pelatihan ini dengan baik. Serta kita kan membuat organisasi petani organik sebagai ajang diskusi untuk membenahi apa yang kurang,”

“Menjelang memasuki bulan suci ramadhan, saya mohon untuk semuanya agar kiranya tetap menjaga kebersihan,” pungkas wakil Bupati Soppeng.

Ditempat sama, sambutan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, DR. Sabir, S.Pt, M.Si, mengatakan, Materi ini diangkat karena dilatarbelakangi oleh beberapa persoalan diantaranya saat ini kita diperhadapkan suatu masalah, dimana ketersedian pupuk bersubsidi kurang dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkomsumsi pangan sehat. Sehingga hal ni melatarbelakangi kita kembali menggunakan pupuk organik.

Karena pertanian kita ini bukan lagi pertanian dulu, dimana dulu kita bertani dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup keluarga, tapi sekarang pertanian sudah menjadi kewajiban dalam mendapatan keuntungan dan berorientasi bisnis. Sehingga pertanian ini harus diolah secara efisien dan profesional dengan cara kita membutuhkan ilmunya.

Sementara kadis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan ketahanan pangan, Ir. Fajar, MMA menyampaikan, terkait pelatihan ini dilakukan untuk menjawab tantangan yang dihadapi para petani tentang ketersediaan pupuk khususnya kouta pupuk subsidi di Soppeng tahun ini yaitu hanya 70% dan ini merupakan tantangan tersendiri

“Apa yang dilakukan pada hari merupakan salah satu solusi karena ini teknologi nya sangat sederhana dan mudah dilakukan. Karena disini saya melihat ada suatu inovasi yang bisa di contoh dan merupakan tindaklanjut dati perintah Wabup dimana kedepannya bukan hanya berorientasi pada peningkatan produksi tapi lebih kepada peningkatan pendapatan,” ucapnya.

Turut hadir, anggota Dewan Komisi II Kab. Soppeng Muhammad Eka Syafri Agelsya, para narasumber, para tim fasilitator. (**)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %