1.159 Warga Muntilan Antusias Sambut Vaksin Moderna dan Sinovac di SMA Van Lith

0 0
Read Time:3 Minute, 11 Second

SULAWESI EKSPRESS_MUNTILAN–Paguyuban Alumni SMA Berasrama Pangudi Luhur Van Lith Muntilan bekerja sama dengan Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia) Magelang Raya, Jawa Tengah, menyelenggarakan vaksinasi untuk masyakat umum, Jumat hingga Sabtu, 27-28 Agustus.

Kegiatan sosial ini dilaksanakan di Kompleks SMA Berasrama Pangudi Luhur Van Lith Muntilan, melayani seribu orang dapat terlayani mendapatkan suntikan dosis imun terhadap virus Corona.

Menurut Koordinator Umum Layanan Vaksin Van Lith (Lavali), Ayik Teteki, vaksinasi diselenggarakan untuk masyarakat luas,

“Target vaksin yang semula untuk 1.000 orang, pada pelaksanaan vaksinasi dosis pertama kemarin mencapai lebih kurang ada 1.159 orang,” ujar Ayik Teteki dalam rilis yang diterima Tribun Network, Minggu (29/8/2021).

Mereka menerima vaksin Moderna untuk usia 18+ tahun, dan Sinovac untuk 12 – 17 tahun melalui kegiatan Lavali ini. Penerima vaksin meliputi lansia, pralansia, tenaga pendidik, petugas publik, masyarakat rentan yang difabel dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), masyarakat umum, dan remaja.

Ia menjelaskan, kerja sama antara Pavali dan Mafindo Magelang Raya dalam menyelenggarakan Layanan Vaksin Van Lith, diharapkan dapat membuat pelayanan ini berjalan secara maksimal dan mencapai tujuan.

Lavali berfokus membantu masyarakat Muntilan dan sekitarnya untuk mendapatkan vaksin. Layanan Vaksin Van Lith dilaksanakan pada 27 – 28 Agustus 2021 untuk dosis vaksin pertama.

Pelaksanaan vaksin dosis kedua dijadwalkan berlangsung 24 – 25 September 2021, yang berlokasi di Kompleks SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan.

Selama pelaksanaan vaksinasi, Lavali didukung tim tenaga kesehatan dari RS TNI dr Soejono Magelang, tim Fikes Unimma (Universitas Muhammadiyah Magelang), tim FKKMK (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan) UGM, tim Puskesmas Muntilan 1 dan 2, tim nakes dari Polres Magelang, serta nakes dari alumni sekolah SMA PL Van Lith untuk menyukseskan kegiatan ini.

Proses vaksinasi di Muntilan memperkenalkan terobosan baru melalui sebuah portal informasi dan pendataan digital melalui website Lavali.id.

“Dengan sistem ini, kita bisa dengan mudah mengumpulkan serta melakukan tracking data peserta, mengirimkan notifikasi, maupun informasi-informasi penting kepada masyarakat,”ujar Eyik.

Warga Muntilan dan sekitarnya sangat antusias dengan diselenggarakannya vaksinasi ini. Terbukti, minat masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta vaksin sangat tinggi, melebihi kuota yang disediakan.

Layanan Vaksinasi Van Lith tentunya dapat berjalan lancar berkat dukungan dari berbagai pihak, seperti Polres Magelang yang sudah menyediakan vaksin dan tenaga kesehatan, SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan sebagai lokasi vaksinasi, Kecamatan Muntilan, Polsek Muntilan, Koramil Muntilan, Puskesmas Muntilan 1 dan 2.

Lavali juga mendapat dukungan dari Konimex, Prove D3, Wings, Karina KAS, Bintang Toedjoe, Jack n Jill, Garuda Food, dan semua alumni Van Lith dari angkatan 1 sampai angkatan 28 sebagai penyokong dana utama.

“Kami berterima kasih untuk semua pihak yang mendukung program vaksinasi ini, harapannya semoga peran kecil ini mempermudah pelayanan vaksin bagi masyarakat terutama di daerah Muntilan dan sekitarnya,” tutur Ayik Teteki.

Kondisi ini menggerakkan Paguyuban Alumni Van Lith (Pavali) dan Mafindo Magelang Raya turut berperan serta menyelenggarakan program vaksinasi di Muntilan. Kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan masyarakat.

Pavali adalah wadah dan sarana komunikasi lintas angkatan Paguyuban Alumni SMA Pangudi Luhur Van Lith Muntilan. Adapun, Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia) Magelang Raya adalah organisasi kemasyarakatan yang bertujuan menyosialisasikan bahaya berita bohong atau hoaks dan menciptakan imunitas terhadap hoaks di masyarakat Indonesia di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Terkait program vaksinasi yang diselenggarakan Pavali, masih menurut Ayik, melihat fakta program vaksinasi di seluruh Indonesia telah enam bulan digencarkan sejak Presiden Joko Widodo memulai vaksinasi, sejak 13 Januari 2021.

Ketika itu, Rabu (13/1/2021), Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Sinovac.

Vaksinasi perdana di Istana Kepresidenan tidak hanya dilakukan terhadap Presiden Jokowi. Setelah Jokowi disuntik, sejumlah pejabat, tokoh agama, artis, petugas kesehatan, perwakilan pengusaha, guru, buruh, hingga pedagang pun ikut menerima vaksinasi.

Dokutip dari Tribunnews.com, mereka yang ikut divaksin adalah Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Kyai Ishomuddin dari PBNU, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis dan artis Raffi Ahmad.

Sumber : Anggit                Redaksi/Publisher : Andi Jumawi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %