Cara Bripka Ula Menginspirasi Warga Untuk Memberikan Bantuan ke Puncak Papua

0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

PAPUA, SULAWESI EKASPRESS, Rabu 31 Januari 2024 — Menjadi seorang anggota Polres Puncak Jaya sekaligus konten kreator setiap hari dalam melaksanakan tugasnya, membuat Bripka Ula –sebutan untuk anggota Polsubsektor Tingginambut– terkenal di daerah Papua. Alumnus dari Pusdik Brimob Watukosek pada Tahun 2011 ini lahir dan besar di Papua, meskipun orang tuanya berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Ulagay itu panggilan bagi laki-laki, bahasa di sini, sedangkan kuligay untuk perempuan. Awalnya saya membuat konten untuk mengisi waktu luang, selain untuk melayani warga sehari-hari. Kemudian, saya melihat bahwa orang luar memiliki pandangan negatif tentang Papua karena berita yang disajikan tentang Papua hanya kejam-kejam, seperti kasus KKB dan lain-lain,” kata Bang Ula.

Bang Ula ingin menunjukkan bahwa di pedalaman Papua ada kehidupan yang damai yang perlu diperlihatkan. “Kami ingin menunjukkan kehidupan riil di pedalaman Papua. Tanpa dibuat-buat, tanpa setting-an, kami ingin menunjukkan kehidupan kami sehari-hari di pedalaman Papua,” lanjutnya.

Awalnya, Bripka Ula merupakan anggota dari Sat Brimob Polda Papua dan berdinas di Jayapura. Pada awal tahun 2021, dia dipindahtugaskan ke Tingginambut, di Pegunungan Puncak, Papua, dan kemudian mulai membuat konten barter bahan makanan pada pertengahan tahun 2022.

“Alasan dibuatnya konten bahan makanan, sebenarnya awalnya karena situasi Tingginambut termasuk salah satu daerah konflik terbesar, yang menjadi basis OPM terbesar di Papua. Selain untuk menceritakan tentang apa yang kami lakukan saat melayani masyarakat, konten ini juga untuk meminta bantuan warga agar turut membantu kami untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di sini,” jelas Bripka Ula.

“Alhamdulillah, sejak kami memberikan pelayanan kepada mereka, warga sekarang selalu melaporkan kepada kami jika ada orang jahat yang ingin masuk ke Tingginambut. Dalam beberapa waktu terakhir tidak ada lagi kejadian yang merugikan warga di sana. Salah satu faktor penyebabnya adalah bahwa ketika ada orang jahat yang ingin masuk ke sini, warga selalu memberitahu kami, dan kami selalu siaga untuk menjaga daerah ini,” tambahnya.(NN/SE)

Redaksi/Publisher : Andi Jumawi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *